DAKWAH MELALUI MEME (HUMOR SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ISLAM DI ERA DIGITAL)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Perkembangan media digital menggeser dakwah konvensional menjadi lebih adaptif terhadap budaya populer, salah satunya melalui meme humor di media sosial. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis penggunaan meme sebagai sarana dakwah di TikTok, mengidentifikasi karakteristik pesannya, serta menguraikan peran humor dalam komunikasi Islam modern. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi konten, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme dakwah efektif menyampaikan nilai-nilai keislaman karena memadukan unsur hiburan secara sederhana dan relevan bagi generasi muda. Humor dalam meme berfungsi menarik perhatian, meningkatkan interaksi, dan membangun kedekatan emosional. Namun, penggunaannya harus tetap mematuhi etika komunikasi Islam agar tidak mengurangi substansi ajaran agama. Penelitian ini membuktikan bahwa meme tidak sekadar menjadi produk budaya digital, melainkan telah bertransformasi menjadi media dakwah yang komunikatif dan kontekstual di ruang siber.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Author Harus Menuliskan Bukti Tulisan Asli Buatan Sendiri Dengan Melampirkan Hasil Turnitin (Jika Ada) jika tidak bisa hubungi pihak jurnal MIJI untuk Cek Turnitin .